Nostalgia kisah cinta semusim lalu
Sinopsis :
“Saat pahitnya kenyataan mengitari gadis itu
dari segenap arah, dia hanya punya satu pilihan : menjalaninya.”
Langit Kota Beijing berpesta, pijar warna kembang
api terlontar berganian ke angkasa. Gemuruh seketika melenyapkan suara-suara
yang meriung di segenap kota. Namun, hati gadis itu senyap, bagai butir salju
yang musim lalu jatuh di balik jendela.
Di Kota ini, kakinya menapak pasti di tangga-tangga Tembok
Raksasa yang berkuasa. Ia mulai jatuh cinta pada kota ini, pada aura ganjil
gerbang Kota terlarang yang dahulu dilewati raja-raja. Mungkin pula, ia telah
jatuh cinta kepada dia --- laki-laki itu --- dalam aroma rempah yang menguar
dari sup hangat hasil racikan tangannya.
Kemarin, di Tembok Raksasa, ia tergelincir
karena kerikil kecil. Kakinya sempat tak setia. Namum, kesetian tetap
membutuhkan kerikil, bukan? Agar kita tahu apakah satu kerikil saja bisa
menghancurkan kesetiaan yang telah dipupuk.
“Mungkin ini salahku, tak mendengar suara
hati saat berada di dekatmu.”
Lisa menatap dalam mata senja, membayangkan
laki-laki itu berada di sana. Menunggunya.
****
Novel First Time in Beijing adalah salah satu
dari sepuluh novel seri Setiap Tempat Punya Cerita Season I. Novel ini
berhasil menarik perhatian saya dengan judulnya yang membuat saya penasaran
tentunya akan isi dari ceritanya.
Berkisah mengenai perjalanan Lisa untuk pertama
kalinya ke Negeri tempat kelahiran Ayahnya. Ya First Time in Beijing.. membawa
Lisa akhirnya dapat bertemu dengan Ayah kandungnya setelah berpisah belasan
tahun lamanya. Setelah kepergian sang Ibunda ia diminta oleh Ayahnya untuk
tinggal di Kota Beijing bersama dengan keluarga baru Ayahnya.
Ternyata rasa pahit setelah kehilangan orang
yang Lisa cintai kembali terjadi. Ketika dirinya merasa asing saat bertemu
dengan keluarga barunya. Dua kakak laki-laki tiri, seorang adik perempuan tiri,
dan juga Ibu tiri. Mereka seperti tak menghiraukan kehadiran Lisa di tempat
tinggal mereka.
Keinginan Lisa untuk dapat mengenyam pendidikan
di negeri ini pun harus pupus karena keinginan sang Ayah agar Lisa dapat terus
melanjutkan bisnis restoran milik ayahnya. Tanpa ayahnya duga, ternyata
putrinya itu tidak bisa memasak dan tidak mengerti bagaimana cara memasak suatu
makanan kecuali mie instant.
Lisa kembali harus beradaptasi dengan
orang-orang yang baru dikenalnya di lingkungan restoran milik ayahnya. Dia juga
disuruh oleh ayahnya untuk mengikuti kursus bahasa agar dapat berkomunikasi
dengan bahasa penduduk sekitar.
Tak hanya perjuangan dan kerja keras yang
harus ia lakukan selama bekerja di restoran ayahnya. Tapi juga gejolak perasaan
aneh yang menghampiri dirinya dengan salah seorang juru masak restoran
tersebut. Perasaa yang tiba-tiba menjadi cinta namun tak berani ia ungkapkan. Dan
pada akhirnya ia bertemu dengan Alex, pria pemandu wisata asal Indonesia yang
kini menjadi teman dekat Lisa di Kota ini.
***
Novel ini berhasil membangunkan mood saya
untuk kembali mulai membaca lagi. Isinya yang mengalir juga bagian-bagian yang
mampu membuat saya ketika membacanya geregetan adalah hal menarik lainnya dari
novel ini. Ada haru yang juga terselip ketika saya membaca novel ini pada
halaman 121-122. Keharuan yang mengingatkan saya akan kenangan bersama dengan
almarhum ayah saya semasa beliau masih hidup.
Banyak fakta yang menarik yang ditulis dalam
novel ini. Tentang latar belakang tokoh dalam novel ini dan juga bagaimana
kehidupan para tokohnya. Perasaan yang dikelola dan dibuat seperti dalam
kebimbangaan ketika seseorang menyatakan cinta.
Setting tempat yang mampu mendeskripsikan
kedaan yang ada di Kota Beijing juga membuat pembaca mampu berimajinasi dalam
halaman demi halaman novel ini. Kultur dan budaya yang digambarkan juga
mengingatkan saya tentang kebenaran akan apa yang memang terjadi di kehidupan
nyata.
Emosi para tokoh tertuang dengan apik, dan
mampu memainkan emosi pembaca ketika melahap novel ini. Konflik yang dibentuk
juga beragam dan tak menjenukhan untuk dibaca. Semua kembali kepada waktu yang
akan menjawab itulah isi dari novel ini.
Banyak kata-kata indah yang terangkai dari
novel ini yang mengalir begitu saja bagaikan motivator untuk diri saya pribadi.
“Kehilangan
dapat berubah menjadi berkah! Hanya saja, aku belum mampu melihatnya. Mungkin nanti,
di akhir perjalanan ini.” – Lisa
“Aku percaya, impian adalah
wujud prasangka manusia pada Tuhan. Suatu hari nanti, Tuhan pasti akan
mendekatkan kita pada impian itu, sepanjang kita pun berusaha keras untuk
meraihnya.” - Lisa
“Kesulitan
seharusnya mendorong kita untuk menaklukkannya, bukan malah membuat kita
menyerah.” – Daniel
“Waktu
memang selalu berputar lebih cepat dari kesadaran kita. Tapi kamu percaya, kan?
Kalau kekuatan cinta bisa membuat hal-hal tak terduga bisa terjadi di muka
bumi?” – Al
Cerita cinta yang membuat saya ketika
membacanya menebak-nebak akankah Lisa berjodoh dengan Daniel ataukah dengan
Alex.

terima kasih yaa untuk reviewnya yang keren :) terima kasih juga udah membaca Beijing :)
BalasHapusHehe novelnya keren banget kak :D.
HapusMenginspirasi aku untuk di kehidupan nyata.
Dan terima kasih banyak sudah mampir di review ini :)