Kamis, 31 Oktober 2013

[Review Novel] Playboy Kapok!




















Dapet playboy? Kerjain Aja!


Judul                     : Playboy Kapok!
Penulis                  : Mumu
Penerbit                : tanda baca
Tahun terbit          : 2007. Cetakan pertama
Tebal                    : 167 halaman
ISBN                    : 979-1182-02-7

 
Sinopsis :
Namanya juga playboy.. sudah pasti jago ngerayu, ngegombal, ngebohong, nge-duain, nge-empatin, dan nge-nge lainnya. Mending kalo serius... playboy doyan banget mengumbar cinta dan tebar pesona ‘buaya darat’-nya sama banyak cewek lain. Nyebelin kan?!

Dan Jesse adalah playboy yang siap menaklukkan hati semua wanita, Cindy, Tasha, Linda, dan Jen akhirnya klepek-klepek bertekuk lutut sama pesonanya. Tapi, gara-gara kenal Rosidah Rosidawaticewek aneh yang penampilannya juga seaneh namanya – maka mulailah berdatangan karma buat Jesse. Ia musuhan sama Alveys, sobatnya yang paling dekat – yang saking merasa dekatnya sampe segala harta benda Alvey juga dianggap miliknya. Jesse juga dikerjain pacar-pacarnya yang mulai tahu kebohongannya, mulai dari telanjang di WC cewek, kumpul (ama) kebo, sampe diusir dari bis kota. Kapok nggak tuch...?! Rasain!

Nah, gelz.. kalo kamu punya pacar rada2 playboy atau ternyata playboy beneran kayak si Jesse, kayaknya kamu harus baca buku ini ampe abis deh.. biar cowok kamu mikir seribu kali sebelum jadi playboy. Ya nggak?!  
***

Novel kelima besutan kak-Mumu ini termasuk Novel lama karya dia yang saya baca secara random. Ya pertama saya membaca novel karya dia yang terbit tahun 2007 (Satu Cinta Sejuta Repot), lalu (Fly to the Sky 2012), (JUMP 2011), (Bangkok The Journal 2013), (Outrageous 2010), serta novel ini yang terbit pada 2007. Dan dari membaca secara random itulah saya melihat perkembangan demi perkembangan di dalam tulisan beliau sampai detik ini.


Novel Playboy Kapok! sendiri merupakan novel karyanya yang saya Review untuk  kali kedua setelah sebelumnya saya mereview novel Bangkok. Dari judulnya kita sudah dapat membayangkan akan apa yang nantinya terjadi  pada si tokoh utama pria dalam novel ini. Yaa playboy yang kena batunya dan kemudian kapok untuk memainkan hati perempuan secara bersamaan lagi.


Kisah yang mengangkat seputar masalah remaja ini lumayan menghibur untuk dibaca walaupun, ketika membacanya saya agak lama. Mungkin karena alur yang panjang dan berbelit-belit yang padahal sudah bisa ditebak akhirnya akan seperti apa jadinya sang tokoh utama pria dalam novel ini pada Bab-Bab awal novel ini.


Namun saya tetap menyukai novel ini karena penulisan akan karekter-karakter yang unik dan kejadian-kejadian menarik yang terjadi di dalamnya.


Jesse sang playboy ulung ini berhasil menjalani hubungan dengan empat perempuan sekaligus yang tentunya tidak berada dalam satu sekolah secara bersamaan. Ternyata selain mempunyai sifat buruk sebagai seorang playboy, Jesse juga orang yang gengsian dan egois. Tapi memang dasar buaya dia yang punya kelakuan buruk seperti itu pun dapat menggaet banyak perempuan dalam waktu yang sama.


Jesse sering tidur di rumah sahabatnya yang bernama Alvey, ketika kemudian cewek yang ditaksir Alvey berhasil menjadi konflik diantara persahabatan keduanya. Jesse melukai perasaan sahabatnya sendiri karena adanya perempuan itu – Rosidah Rosidawati. Klimaksnya mereka pun bermusuhan dan menjauhkan diri satu sama lain. Tapi ternyata semua itu juga hanyalah ego keduanya yang malu untuk memulai bermaaf-maafan.


Kejadian demi kejadian yang dialami Jesse membuat dia bingung dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi pada kehidupan dirinya. Namun Jesse si buaya tak memiliki firasat apapun ketika sampai akhirnya ia mengalami insiden demi insiden putusnya hubungan Jesse dengan para pacarnya itu secara berturut-turut.

Malang tak dapat ditolak, mujur pun dapat diraih” hehehe.. mungkin itu kata yang dapat menggambarkan mengenai akhir dari lika-liku kisah hidup seorang Jesse dalam novel ini.

***



Ada banyak keunikan yang terjadi ketika saya membaca novel ini... Entah kebetulan atau apalah namanya itu. tapi di sini memang terjadi banyak sekali kebetulan-kebetulan yang terjadi.


Pertama, cowok dalam cover novel ini mengenakan kaus berwarna merah. Dan ketika membaca novel ini saya sedang mengenakan kaus yang juga berwarna merah. Hahaha..

Kedua, nama-nama tokoh didalam novel ini mirip dengan nama-nama teman SMP saya.

Ketiga, ternyata saat novel ini terbit saya sedang mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Keempat, yaitu novel ini terbit ketika penulis - kak Mumu hendak berusia dua puluh tahun.

Dan, terakhir saya membaca novel ini ketika saya sudah memasuki usia diatas tersebut. Yaa di usia dua puluh tahun ini saya baru membaca nobel karya beliau secara bersamaan dan random :D








yeaaay ada tanda tangan penulisnya :D




Nahh klo ini foto penulisnya waktu usia berapa ya??  :P


Tidak ada komentar:

Posting Komentar