Dapet playboy? Kerjain Aja!
Judul : Playboy Kapok!
Penulis : Mumu
Penerbit : tanda baca
Tahun terbit : 2007. Cetakan pertama
Tebal : 167 halaman
ISBN : 979-1182-02-7
Penulis : Mumu
Penerbit : tanda baca
Tahun terbit : 2007. Cetakan pertama
Tebal : 167 halaman
ISBN : 979-1182-02-7
Sinopsis :
Namanya juga playboy.. sudah pasti jago ngerayu, ngegombal, ngebohong, nge-duain, nge-empatin, dan
nge-nge lainnya. Mending kalo serius... playboy doyan banget mengumbar cinta dan tebar pesona ‘buaya
darat’-nya sama banyak cewek lain. Nyebelin kan?!
Dan
Jesse adalah playboy yang siap menaklukkan hati semua wanita, Cindy, Tasha,
Linda, dan Jen akhirnya klepek-klepek bertekuk lutut sama pesonanya. Tapi,
gara-gara kenal Rosidah
Rosidawati – cewek aneh yang penampilannya juga seaneh namanya
– maka mulailah berdatangan karma buat Jesse. Ia musuhan sama Alveys, sobatnya
yang paling dekat – yang saking merasa dekatnya sampe segala harta benda Alvey
juga dianggap miliknya. Jesse juga dikerjain pacar-pacarnya yang mulai tahu
kebohongannya, mulai dari telanjang di WC cewek, kumpul (ama) kebo, sampe diusir
dari bis kota. Kapok nggak tuch...?! Rasain!
Nah,
gelz.. kalo kamu punya pacar rada2 playboy atau ternyata playboy beneran kayak
si Jesse, kayaknya kamu harus baca buku ini ampe abis deh.. biar cowok kamu
mikir seribu kali sebelum jadi playboy. Ya nggak?!
***
Novel
kelima besutan kak-Mumu ini termasuk Novel lama karya dia yang saya baca secara
random. Ya pertama saya membaca novel karya dia yang terbit tahun 2007 (Satu
Cinta Sejuta Repot), lalu (Fly to the Sky 2012), (JUMP 2011), (Bangkok The
Journal 2013), (Outrageous 2010), serta novel ini yang terbit pada 2007. Dan dari
membaca secara random itulah saya melihat perkembangan demi perkembangan di
dalam tulisan beliau sampai detik ini.
Novel
Playboy Kapok! sendiri merupakan novel karyanya yang saya Review untuk kali kedua setelah sebelumnya saya mereview
novel Bangkok. Dari judulnya kita sudah dapat membayangkan akan apa yang
nantinya terjadi pada si tokoh utama
pria dalam novel ini. Yaa playboy yang kena batunya dan kemudian kapok untuk
memainkan hati perempuan secara bersamaan lagi.
Kisah
yang mengangkat seputar masalah remaja ini lumayan menghibur untuk dibaca
walaupun, ketika membacanya saya agak lama. Mungkin karena alur yang panjang
dan berbelit-belit yang padahal sudah bisa ditebak akhirnya akan seperti apa
jadinya sang tokoh utama pria dalam novel ini pada Bab-Bab awal novel ini.
Namun
saya tetap menyukai novel ini karena penulisan akan karekter-karakter yang unik
dan kejadian-kejadian menarik yang terjadi di dalamnya.
Jesse
sang playboy ulung ini berhasil menjalani hubungan dengan empat perempuan
sekaligus yang tentunya tidak berada dalam satu sekolah secara bersamaan. Ternyata
selain mempunyai sifat buruk sebagai seorang playboy, Jesse juga orang yang
gengsian dan egois. Tapi memang dasar buaya dia yang punya kelakuan buruk
seperti itu pun dapat menggaet banyak perempuan dalam waktu yang sama.
Jesse
sering tidur di rumah sahabatnya yang bernama Alvey, ketika kemudian cewek yang
ditaksir Alvey berhasil menjadi konflik diantara persahabatan keduanya. Jesse melukai
perasaan sahabatnya sendiri karena adanya perempuan itu – Rosidah Rosidawati. Klimaksnya
mereka pun bermusuhan dan menjauhkan diri satu sama lain. Tapi ternyata semua
itu juga hanyalah ego keduanya yang malu untuk memulai bermaaf-maafan.
Kejadian
demi kejadian yang dialami Jesse membuat dia bingung dengan apa yang sebenarnya
sedang terjadi pada kehidupan dirinya. Namun Jesse si buaya tak memiliki firasat
apapun ketika sampai akhirnya ia mengalami insiden demi insiden putusnya
hubungan Jesse dengan para pacarnya itu secara berturut-turut.
“Malang
tak dapat ditolak, mujur pun dapat diraih” hehehe.. mungkin itu kata
yang dapat menggambarkan mengenai akhir dari lika-liku kisah hidup seorang
Jesse dalam novel ini.
***
Ada banyak keunikan
yang terjadi ketika saya membaca novel ini... Entah kebetulan atau apalah
namanya itu. tapi di sini memang terjadi banyak sekali kebetulan-kebetulan yang
terjadi.
Pertama,
cowok dalam cover novel ini mengenakan kaus berwarna merah. Dan ketika membaca
novel ini saya sedang mengenakan kaus yang juga berwarna merah. Hahaha..
Kedua,
nama-nama tokoh didalam novel ini mirip dengan nama-nama teman SMP saya.
Ketiga,
ternyata saat novel ini terbit saya sedang mengenyam pendidikan di bangku
Sekolah Menengah Pertama.
Keempat,
yaitu novel ini terbit ketika penulis - kak Mumu hendak berusia dua puluh tahun.
Dan,
terakhir saya membaca novel ini ketika saya sudah memasuki usia diatas
tersebut. Yaa di usia dua puluh tahun ini saya baru membaca nobel karya beliau
secara bersamaan dan random :D





Tidak ada komentar:
Posting Komentar