Senin, 11 Oktober 2010

Pernah dikirim ke suatu majalah tapi gak berhasil di terbitkan..

KINI BARU AKU TAHU…

Tepat satu minggu sudah setelah hari ulang tahunku yang ke 17. Dimana di ulang tahunku yang ke 17 ini Aku mencoba belajar dewasa dan memaknai arti hidup ini. Di ulang tahunku yang sebelumnya aku dan keluargaku pasti menyempatkan diri untuk makan bersama ataupun merayakan pesta secara sederhana. Tapi kini di ulang tahunku yang ke 17 ini, pastilah aku merindukan hal yang hanya setahun sekali aku lakukan bersama keluargaku itu. Karena tidak ada yang special di ulang tahunku kali ini. Engga ada pesta ulang tahun kya dulu lagi, engga punya pacar, banyak orang-orang yang aku sayang ternyata lupa sama hari ulang tahunku kali ini. Yang bisa ku lakukan hanyalah berdoa kepada Tuhan dan bersyukur atas semua nikmat yang Tuhan berikan kepada diriku. Dan kini aku mencoba dan juga berusaha agar aku tidak kecewa dan menyesal atas apa yang telah aku punya dan semua yang Tuhan berikan kepada diriku ini. Karena yang ada di dalam pikiranku masih banyak hal yang lebih penting ketimbang untuk merayakan pesta ulang tahunku ini. Setelah hampir setengah tahun Ayahku kehilangan pekerjaannya, kini baru aku tahu apa yang temanku juga rasakan ketika Ayahnya harus kehilangan sebuah pekerjaan, sedangkan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi cukup  banyak. Orang yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga harus mencari jalan keluar atas masalah yang kini  datang menerpa.
***

Kini baru aku tahu pula bagaimana rasanya ketika sahabatku ingin sekali mempunyai suatu barang yang mungkin orang bilang barang itu engga penting dan bahkan engga mempunyai arti buat mereka. Aku sangat menginginkan sebuah barang yang sudah sejak setahun yang lalu aku inginkan. Tapi keinginanku itu belum terwujud sampai saat ini. Kini baru aku tahu juga gimana rasanya ketika kita ingin memakan makanan yang terlihat lezat namun belum pernah kita makan sebelumnya. Mungkinkah aku hanya lapar mata saja?. Tapi sungguh makanan itu sangat menggoda untuk masuk ke dalam mulutku. Tapi apa daya aku tidak punya uang yang cukup untuk membeli makanan selezat itu dan semahal itu. Mungkin aku hanya bisa memandangi gambarnya saja sampai tak terasa air liur menetes dari bibirku.
***

Sudah dua tahun aku duduk bersamanya di setiap kelas, banyak kisah yang saling kami ceritakan satu sama lain. Mulai dari masalah pribadi maupun keluarga kami masing-masing, baik cerita suka maupun duka. Dan banyak pula cerita yang dia utarakan kepadaku yang menurutku itu gak penting. Tapi ternyata kini aku justru merasakn apa yang selama ini aku anggap gak penting. Iya pernah bercerita tentang masalah yang terjadi pada keluarganya. Aku tidak percaya bahwa aku saat ini selalu merasakan apa yang dia alami sebelumnya pada keluarganya. Aku bingung apa yang harus aku lakukan, aku hampir saja dibuat gila oleh apa yang aku alami saat ini bersama keluargaku. Setiap hari selalu saja aku dengar kata-kata yang tak seharusnya sampai di telingaku. Kedua orangtuaku selalu saja membesar-besarkan yang menurutku itu hanya masalah kecil. Dan mungkin dengan ayahku yang kehilangan pekerjaannya dia menjadi tak tau harus apa dia di dalam rumah. Keadaannya dulu dan saat ini sangatlah jauh berbeda. Dulu setiap seminggu sekali aku meluangkan waktuku untuk pergi ke bioskop menonton film-film keren yang baru tayang bersama teman-teman sekolahku. Tapi kini bisa dihitung dengan jari berapa kali dalam enam bulan terakhir ini aku pergi ke bioskop.
***

Pagi hari di kelas aku menceritakan tentang apa yang aku rasakan. “Ka ternyata sekarang gue juga ngerasain semua yang selama ini lu rasain,” ujarku ketika kami duduk bersama. “Emangnya lu ngerasain apa Yul?. “Iya gue merasakan dan juga mengalami semua yang pernah lu certain ke gue Ka. Mulai dari cerita lu kalo lu pengen punya ini pengen beli ini itu. Dan sekarang gue yang merasakan semua itu. Terus keluarga gue juga kurang harmonis Ka, alias selalu aja ada ribut-ribut kecil,”lanjutku padanya. “Ya kalo menurut gue sekarang lu sabar aja kan entar juga pasti apa yang lu pengen bakalan tercapai, coba aja lu nabung gitu. Terus lu berdoa sama Tuhan minta agar keluarga lu gak ada masalah lagi dan lu bisa hidup bahagia bareng keluarga lu.” jawabnya  member solusi. Iya kini baru gue tahu kalo merasakan apa yang sebelumnya pernah terjadi sama orang lain dan kemudian terjadi pada kita itu sangat menyakitkan namun itu bisa gue jadiin pelajaran dalam hidup gue dan juga gue bisa belajar agar lebih menghargai apa yang kita punya saat ini. Dari pada kita harus kehilangan semuanya begitu saja dan menjadi luka perih yang akan amat sangat kita sesali. Dan baru aku tahu bahwa sesungguhnya Tuhan itu Maha Adil terhadap semua makhluk ciptaannya. Saat ini mungkin aku harus menerima semuanya itu seperti ini. tapi mungkin Tuhan akan merubah semua ini menjadi lebih baik lagi dan aku bisa tersenyum lebih lebar lagi dari senyumanku saat ini.
***

Selasa, 17 Agustus 2010

Resep Milor karya Aku....

Milor (Mie Goreng Telor )

Bahan-bahan yang dibutuhkan :
- Mie goreng instant 1 bungkus.
- Telor ayam 1 butir.
- Minyak goreng secukupnya.
- Saus sambal 1 sachet.

Bahan Pelengkap :
Sayur caysim sesuai selera


Cara membuat :
- Rebus air hingga mendidih, masukkan sayur caysim
- Masukkan 1 bungkus Mie goreng instant
- Angkat ketika mie sudah matang.
- Siapkan bumbu mie di dalam mangkuk.
- Aduk mie dengan bumbunya tersebut.
- Setelah di aduk higga rata, masukkan 1 butir telur.
- Kocok hingga tercampur rata.
- Siapkan wajan berisi minyak goreng.
- Tuangkan mie yang sudah diaduk bersama telur ke dalam wajan.
- Bolak-balik hingga milor berwarna coklat keemasan
Siapkan piring untuk tempat penyajian.
- Hias piring menggunakan sayur caysim yang sudah di rebus.
- Tambahkan Saus sambal ke dalam piring.
- Terakhir letakkan milor diatas piring.

Sabtu, 10 April 2010

Aku tidak untuk Dia

Aku dan dia bagaikan air dan minyak, yang mungkin tidak akan bisa bersatu.

Dia yang selalu egois dan aku yang selalu mengalah.

Dia yang berhati besi dan berkepala batu dan aku yang tidak bisa menerima sikapnya itu.

Dia yang seperti bebek aku yang seperti angsa.

Dia yang ke utara aku ke selatan.

Aku sedih dia tertawa...

Aku terluka dia lebih bahagia lagi....

Kita yang memang sama-sama keras dan tak tahu bagaimana cara utk dapat bersatu

Air dan minyak memang tidak akan bisa bersatu...
Aku sebagai minyak pasti akan pergi menjauhi si Air...
Entah mengapa itu bisa terjadi...
Mungkinkah itu sudah takdir alam.??
Ataukah memang sudah seharusnya aku harus menjauhi air??
Aku memang ingin bisa bersama-sama dengan Air seperti Debu dan Sirup yang bisa masuk kekehidupan Air...
Bersenang-senang bersama, tak akan pernah kuraih hal-hal utk dilakukan bersama dengannya.
Adakah yang bisa mempersatukan aku dengan Air??
Atau aku memang harus menerima kenyataan pahit bahwa aku si minyak, sampai kapanpun tidak akan bisa bersatu dengannya...

Sendiri

Disini aku berdiri sendiri.

Hanya ada udara dan juga dinding-dinding besar disekelilingku.

Dari lubuk hati yg paling dalam aku berkata "dimana teman-teman ku?"

Kemana mereka, mengapa aku di sini hanya sendiri, tanpa teman atau siapa pun??

Tuhan, apakah aku di takdirkan untuk hidup sendiri tanpa teman??

Ataukah memang mereka yg tidak mau berteman dengan diriku ini??

Aku sungguh tak mengerti apa yang terjadi.

Tapi aku yakin hidupku yang sendiri tidak akan berlangsung selamanya....

Tuhan, aku memohon kepadamu berilah diri ku ini kekuatan di kala aku sedang sendiri....

Teman, ajaklah aku untuk bermain bersamamu, walau hanya sekali seumur hidupku....

Teman, janganlah kau menjauh dri diriku....

Teman, aku tak mau sendiri tanpamu....

tata_nana@ymail.com

Judul di atas merupakan alamat email gw.
tata sendiri diambil karena gw lahir di jakarta, jadi gw ambil akhirannya buat awal alamat email gw, sedangkan nana, itu terinspirasi, karena nama w yuliana, dan gw jg mengambil dua huruf terakhirnya sebagai nama akhiran alamat email gw...

Jadi jangan bingung klo alamat email w, seperti itu...
Diperbarui sekitar 2 bulan yang lalu · ·
Murni Nih
Murni Nih
bener bgt tuh mang gue brtanya-tanya why like it's?

so prtanyaan gue skrng terjwb sudah.! hha
13 Februari jam 16:40 melalui Facebook Seluler ·
Yuli Ana
Yuli Ana
Owhh penasaran toch ka Murni sm alamat email yuli selama ini???
13 Februari jam 16:56 melalui Facebook Seluler ·
Murni Nih
Murni Nih
ah Yuli ak kan jdi malu nih.. (-_-)
HHE
LeBay
13 Februari jam 17:00 melalui Facebook Seluler ·
Yuli Ana
Yuli Ana
Ga pa2 xo kak ga bayar ini klo malu...
13 Februari jam 17:22 melalui Facebook Seluler ·
Murni Nih
Murni Nih
v malu kan bagian dri hrga diri tw.

semangat ya bwt bsok !!!
smg Allah mmbri kmdhan bsk amin
13 Februari jam 18:08 melalui Facebook Seluler ·

Suka Duka Seorang Jomblo

Jadi jomblo atau yg kerennya single tuh jg ada hikmahnya.
Kenapa?Karena dengan melajang banyak hal yang bisa dan juga gak bisa kita lakukan klo kita lagi punya pasangan.

Saya yang sudah lama hidup melajang kadang merasa juga ingin punya pasangan.
Karena saya pikir punya pasangan tuh enak, ada yang bisa memberi perhatian yang lebih ke kita.
"Tapi sempet mikir juga duh gimana yah klo tar pasangan saya ternyata protektif atau pencemburu berat??"

Tapi kembali lagi ke masalah sukanya dari melajang adalah "BEBAS" iya dong bebas, kenapa soalnya ga ada lagi manusia yg harus ngikutin dan nanyain kemana kita pergi dan sedang apa kita, sama siapa, dan masih banyak pertanyaan yang membosankan utk di jawab.

Klo melajang alias jomblo kn paling kita hanya perlu pamit sm kedua orangtua.

Tapi dukanya melajang yah itu.
Gak ada yang memberi perhatian yang lebih.
Gak ada hari-hari yang memberi kenangan manis sm si doi.
Dan klo di jalan suka iri deh klo liat pasangan yg lagi berpacaran..
Hhuuhh..

Sekarang terserah teman-teman lebih memilih menghabiskan hidup ini seorang diri atau dengan seseorang yg spesial tp gak pake telor yah,
Cz bukan nasi goreng siehh hihihi..xp

Aku telah letih

Aku merasakan diriku sudah tak sanggup lagi untuk menerima semua ini

Diriku sepi sendiri terhindar dari ramainya kerumunan ini

Aku telah letih merasakan semua keadaan ini

Tolong bantu aku meringankan beban hidup ini

Tolong jangan tinggalkan aku di saat aku tengah mempunyai banyak masalah seperti ini

Tolong berikanlah aku waktu untuk membagi kisah ini

Tolong jangan kau kecewakan aku lagi

Tolong hentikan semua ini

Dan tolong jangan berpura-pura didepanku

Aku sudah terlalu letih dengan semua keadaan ini

Mungkinkah waktu yang akan menjawab semua pertanyaanku ini?

Berilah aku ruang untuk membagi kisah ini

Janganlah kau terus bersandiwara di mukaku ini karena aku sudah terlalu letih menerima semua sandiwara mu itu

Aku ingin rasa letih ini bisa segera terobati

Tolong...dan tolonglah...beri sedikit waktumu untuk aku ini