KINI BARU AKU TAHU…
Tepat satu minggu sudah setelah hari ulang tahunku yang ke 17. Dimana di ulang tahunku yang ke 17 ini Aku mencoba belajar dewasa dan memaknai arti hidup ini. Di ulang tahunku yang sebelumnya aku dan keluargaku pasti menyempatkan diri untuk makan bersama ataupun merayakan pesta secara sederhana. Tapi kini di ulang tahunku yang ke 17 ini, pastilah aku merindukan hal yang hanya setahun sekali aku lakukan bersama keluargaku itu. Karena tidak ada yang special di ulang tahunku kali ini. Engga ada pesta ulang tahun kya dulu lagi, engga punya pacar, banyak orang-orang yang aku sayang ternyata lupa sama hari ulang tahunku kali ini. Yang bisa ku lakukan hanyalah berdoa kepada Tuhan dan bersyukur atas semua nikmat yang Tuhan berikan kepada diriku. Dan kini aku mencoba dan juga berusaha agar aku tidak kecewa dan menyesal atas apa yang telah aku punya dan semua yang Tuhan berikan kepada diriku ini. Karena yang ada di dalam pikiranku masih banyak hal yang lebih penting ketimbang untuk merayakan pesta ulang tahunku ini. Setelah hampir setengah tahun Ayahku kehilangan pekerjaannya, kini baru aku tahu apa yang temanku juga rasakan ketika Ayahnya harus kehilangan sebuah pekerjaan, sedangkan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi cukup banyak. Orang yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga harus mencari jalan keluar atas masalah yang kini datang menerpa.
***
Kini baru aku tahu pula bagaimana rasanya ketika sahabatku ingin sekali mempunyai suatu barang yang mungkin orang bilang barang itu engga penting dan bahkan engga mempunyai arti buat mereka. Aku sangat menginginkan sebuah barang yang sudah sejak setahun yang lalu aku inginkan. Tapi keinginanku itu belum terwujud sampai saat ini. Kini baru aku tahu juga gimana rasanya ketika kita ingin memakan makanan yang terlihat lezat namun belum pernah kita makan sebelumnya. Mungkinkah aku hanya lapar mata saja?. Tapi sungguh makanan itu sangat menggoda untuk masuk ke dalam mulutku. Tapi apa daya aku tidak punya uang yang cukup untuk membeli makanan selezat itu dan semahal itu. Mungkin aku hanya bisa memandangi gambarnya saja sampai tak terasa air liur menetes dari bibirku.
***
Sudah dua tahun aku duduk bersamanya di setiap kelas, banyak kisah yang saling kami ceritakan satu sama lain. Mulai dari masalah pribadi maupun keluarga kami masing-masing, baik cerita suka maupun duka. Dan banyak pula cerita yang dia utarakan kepadaku yang menurutku itu gak penting. Tapi ternyata kini aku justru merasakn apa yang selama ini aku anggap gak penting. Iya pernah bercerita tentang masalah yang terjadi pada keluarganya. Aku tidak percaya bahwa aku saat ini selalu merasakan apa yang dia alami sebelumnya pada keluarganya. Aku bingung apa yang harus aku lakukan, aku hampir saja dibuat gila oleh apa yang aku alami saat ini bersama keluargaku. Setiap hari selalu saja aku dengar kata-kata yang tak seharusnya sampai di telingaku. Kedua orangtuaku selalu saja membesar-besarkan yang menurutku itu hanya masalah kecil. Dan mungkin dengan ayahku yang kehilangan pekerjaannya dia menjadi tak tau harus apa dia di dalam rumah. Keadaannya dulu dan saat ini sangatlah jauh berbeda. Dulu setiap seminggu sekali aku meluangkan waktuku untuk pergi ke bioskop menonton film-film keren yang baru tayang bersama teman-teman sekolahku. Tapi kini bisa dihitung dengan jari berapa kali dalam enam bulan terakhir ini aku pergi ke bioskop.
***
Pagi hari di kelas aku menceritakan tentang apa yang aku rasakan. “Ka ternyata sekarang gue juga ngerasain semua yang selama ini lu rasain,” ujarku ketika kami duduk bersama. “Emangnya lu ngerasain apa Yul?. “Iya gue merasakan dan juga mengalami semua yang pernah lu certain ke gue Ka. Mulai dari cerita lu kalo lu pengen punya ini pengen beli ini itu. Dan sekarang gue yang merasakan semua itu. Terus keluarga gue juga kurang harmonis Ka, alias selalu aja ada ribut-ribut kecil,”lanjutku padanya. “Ya kalo menurut gue sekarang lu sabar aja kan entar juga pasti apa yang lu pengen bakalan tercapai, coba aja lu nabung gitu. Terus lu berdoa sama Tuhan minta agar keluarga lu gak ada masalah lagi dan lu bisa hidup bahagia bareng keluarga lu.” jawabnya member solusi. Iya kini baru gue tahu kalo merasakan apa yang sebelumnya pernah terjadi sama orang lain dan kemudian terjadi pada kita itu sangat menyakitkan namun itu bisa gue jadiin pelajaran dalam hidup gue dan juga gue bisa belajar agar lebih menghargai apa yang kita punya saat ini. Dari pada kita harus kehilangan semuanya begitu saja dan menjadi luka perih yang akan amat sangat kita sesali. Dan baru aku tahu bahwa sesungguhnya Tuhan itu Maha Adil terhadap semua makhluk ciptaannya. Saat ini mungkin aku harus menerima semuanya itu seperti ini. tapi mungkin Tuhan akan merubah semua ini menjadi lebih baik lagi dan aku bisa tersenyum lebih lebar lagi dari senyumanku saat ini.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar