Aku dan dia bagaikan air dan minyak, yang mungkin tidak akan bisa bersatu.
Dia yang selalu egois dan aku yang selalu mengalah.
Dia yang berhati besi dan berkepala batu dan aku yang tidak bisa menerima sikapnya itu.
Dia yang seperti bebek aku yang seperti angsa.
Dia yang ke utara aku ke selatan.
Aku sedih dia tertawa...
Aku terluka dia lebih bahagia lagi....
Kita yang memang sama-sama keras dan tak tahu bagaimana cara utk dapat bersatu
Air dan minyak memang tidak akan bisa bersatu...
Aku sebagai minyak pasti akan pergi menjauhi si Air...
Entah mengapa itu bisa terjadi...
Mungkinkah itu sudah takdir alam.??
Ataukah memang sudah seharusnya aku harus menjauhi air??
Aku memang ingin bisa bersama-sama dengan Air seperti Debu dan Sirup yang bisa masuk kekehidupan Air...
Bersenang-senang bersama, tak akan pernah kuraih hal-hal utk dilakukan bersama dengannya.
Adakah yang bisa mempersatukan aku dengan Air??
Atau aku memang harus menerima kenyataan pahit bahwa aku si minyak, sampai kapanpun tidak akan bisa bersatu dengannya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar