Tampilkan postingan dengan label KakMoemoe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KakMoemoe. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Oktober 2013

[Review Novel] Playboy Kapok!




















Dapet playboy? Kerjain Aja!


Judul                     : Playboy Kapok!
Penulis                  : Mumu
Penerbit                : tanda baca
Tahun terbit          : 2007. Cetakan pertama
Tebal                    : 167 halaman
ISBN                    : 979-1182-02-7

 
Sinopsis :
Namanya juga playboy.. sudah pasti jago ngerayu, ngegombal, ngebohong, nge-duain, nge-empatin, dan nge-nge lainnya. Mending kalo serius... playboy doyan banget mengumbar cinta dan tebar pesona ‘buaya darat’-nya sama banyak cewek lain. Nyebelin kan?!

Dan Jesse adalah playboy yang siap menaklukkan hati semua wanita, Cindy, Tasha, Linda, dan Jen akhirnya klepek-klepek bertekuk lutut sama pesonanya. Tapi, gara-gara kenal Rosidah Rosidawaticewek aneh yang penampilannya juga seaneh namanya – maka mulailah berdatangan karma buat Jesse. Ia musuhan sama Alveys, sobatnya yang paling dekat – yang saking merasa dekatnya sampe segala harta benda Alvey juga dianggap miliknya. Jesse juga dikerjain pacar-pacarnya yang mulai tahu kebohongannya, mulai dari telanjang di WC cewek, kumpul (ama) kebo, sampe diusir dari bis kota. Kapok nggak tuch...?! Rasain!

Nah, gelz.. kalo kamu punya pacar rada2 playboy atau ternyata playboy beneran kayak si Jesse, kayaknya kamu harus baca buku ini ampe abis deh.. biar cowok kamu mikir seribu kali sebelum jadi playboy. Ya nggak?!  
***

Novel kelima besutan kak-Mumu ini termasuk Novel lama karya dia yang saya baca secara random. Ya pertama saya membaca novel karya dia yang terbit tahun 2007 (Satu Cinta Sejuta Repot), lalu (Fly to the Sky 2012), (JUMP 2011), (Bangkok The Journal 2013), (Outrageous 2010), serta novel ini yang terbit pada 2007. Dan dari membaca secara random itulah saya melihat perkembangan demi perkembangan di dalam tulisan beliau sampai detik ini.


Novel Playboy Kapok! sendiri merupakan novel karyanya yang saya Review untuk  kali kedua setelah sebelumnya saya mereview novel Bangkok. Dari judulnya kita sudah dapat membayangkan akan apa yang nantinya terjadi  pada si tokoh utama pria dalam novel ini. Yaa playboy yang kena batunya dan kemudian kapok untuk memainkan hati perempuan secara bersamaan lagi.


Kisah yang mengangkat seputar masalah remaja ini lumayan menghibur untuk dibaca walaupun, ketika membacanya saya agak lama. Mungkin karena alur yang panjang dan berbelit-belit yang padahal sudah bisa ditebak akhirnya akan seperti apa jadinya sang tokoh utama pria dalam novel ini pada Bab-Bab awal novel ini.


Namun saya tetap menyukai novel ini karena penulisan akan karekter-karakter yang unik dan kejadian-kejadian menarik yang terjadi di dalamnya.


Jesse sang playboy ulung ini berhasil menjalani hubungan dengan empat perempuan sekaligus yang tentunya tidak berada dalam satu sekolah secara bersamaan. Ternyata selain mempunyai sifat buruk sebagai seorang playboy, Jesse juga orang yang gengsian dan egois. Tapi memang dasar buaya dia yang punya kelakuan buruk seperti itu pun dapat menggaet banyak perempuan dalam waktu yang sama.


Jesse sering tidur di rumah sahabatnya yang bernama Alvey, ketika kemudian cewek yang ditaksir Alvey berhasil menjadi konflik diantara persahabatan keduanya. Jesse melukai perasaan sahabatnya sendiri karena adanya perempuan itu – Rosidah Rosidawati. Klimaksnya mereka pun bermusuhan dan menjauhkan diri satu sama lain. Tapi ternyata semua itu juga hanyalah ego keduanya yang malu untuk memulai bermaaf-maafan.


Kejadian demi kejadian yang dialami Jesse membuat dia bingung dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi pada kehidupan dirinya. Namun Jesse si buaya tak memiliki firasat apapun ketika sampai akhirnya ia mengalami insiden demi insiden putusnya hubungan Jesse dengan para pacarnya itu secara berturut-turut.

Malang tak dapat ditolak, mujur pun dapat diraih” hehehe.. mungkin itu kata yang dapat menggambarkan mengenai akhir dari lika-liku kisah hidup seorang Jesse dalam novel ini.

***



Ada banyak keunikan yang terjadi ketika saya membaca novel ini... Entah kebetulan atau apalah namanya itu. tapi di sini memang terjadi banyak sekali kebetulan-kebetulan yang terjadi.


Pertama, cowok dalam cover novel ini mengenakan kaus berwarna merah. Dan ketika membaca novel ini saya sedang mengenakan kaus yang juga berwarna merah. Hahaha..

Kedua, nama-nama tokoh didalam novel ini mirip dengan nama-nama teman SMP saya.

Ketiga, ternyata saat novel ini terbit saya sedang mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Keempat, yaitu novel ini terbit ketika penulis - kak Mumu hendak berusia dua puluh tahun.

Dan, terakhir saya membaca novel ini ketika saya sudah memasuki usia diatas tersebut. Yaa di usia dua puluh tahun ini saya baru membaca nobel karya beliau secara bersamaan dan random :D








yeaaay ada tanda tangan penulisnya :D




Nahh klo ini foto penulisnya waktu usia berapa ya??  :P


Kamis, 10 Oktober 2013

[Review Novel Bangkok The Journal]


Novel Bangkok The Journal


Bangkok The Journal sebuah novel dari seri #STPC (Setiap Tempat Punya Cerita) terbitan GagasMedia karya Moemoe Rizal.


Novel pertama dari seri STPC yang saya baca. Dan saya juga baru tahu kalau novel ini adalah bagian dari seri setiap tempat punya cerita. Saya mendapatkan novel ini secara tidak sengaja dari penulisnya langsung. Ya saya menang kuis dari Giveaway yang kak Moemoe Rizal adakan ketika novel ini mulai terbit.


Tokoh utama pria di novel ini yang bernama Edvan membuat saya membayangkan kalau sosok itu adalah jelmaan kak Moemoe sendiri :p hehehe. Soalnya sebelum novel itu terbit, saya sempat membaca sedikit ulasan novel itu di blog nya kak Moemoe. Jadi Edvan ini berprofesi sebagai seorang arsitek yang mana penulisnya itu sendiri adalah Lulusan Arsitek Perguruan Tinggi Negeri di Kota Bandung. Dan disini Edvan pun berasal kota Kembang Bandung persis seperti penulis aslinya.



Novel Bangkok The Journal ini bercerita tentang Cinta, Keluarga, dan Persahabatan.



Kisah petuangalan seorang Edvan dalam mencari journal warisan Almarhumah Ibundanya di tujuh tempat berbeda di kota Bangkok. Ceriita bermula ketika Edvan sedang merayakan kemenangannya dalam membangun sebuah bangunan cantik di negara Singapura. Saat itu pula ia mendapatkan sebuah kabar yang cukup membuatnya kehilang akan sosok yang sesungguhnya ia sayangi. Edvan yang sudah meninggalkan rumah selama sepuluh tahun terakhir demi menggapai impiannya tersebut di negeri orang, terpaksa harus kembali pulang ke tanah kelahirannya. Edvin sang adik laki-lakinya itu memberi kabar duka tersebut melalui line telepon. Sesampainya di Bandnung Edvan tidak menemukan adik laki-laki satu-satunya yang ia miliki. Ia kehilangan sosok adik laki-lakinya karena Edvin telah berubah total dari yang dia kenal selama hidupnya.



Edvin yang berubah menjadi seorang lady boy terpaksa harus menerima penlakan di awal pertemuannya kembali dengan kakaknya (Edvan). Kisah pencarian tujuh buah jurnal tua di tujuh tempat di kota Bangkok pun harus dilalui dengan berbagai kendala yang ada. Rasa tak percaya akan apa yang dia lakukan pun sempat hinggap di pikiran seorang Edvan dan Edvin pun meyakinkan kakaknya kalau tidak ingin memaksa sang kakak dalam melakukan tugas wasiat dari almarhumah Ibunda mereka.


Benih-benih cinta tiba-tiba saja muncul pada diri Edvan yang memiliki ego tinggi alias kepala batu ketika ia sedang mencari tujuh jurnal tua di kota Bangkok. Seperti apa kisah lengkap dan kelanjutan ceritanya.... yukk cepetan beli di toko buku terdekat dan rasakan hangatnya kisah cinta dari seorang Edvan.





Pokoknya sukses deh untuk Novel Bangkok The Journal ini selain gaya bahasa yang ga terlalu belibet alias ribet dan mudah dimengerti oleh pembaca. Novel ini juga punya daya tarik yang memikat untuk kita ingin bisa pergi mendatangi Bangkok secara langsung. Sekali lagi sukses terus untuk kak Moemoe Rizal penulis Favoritkuuuuu :* semoga suatu saat nanti ada kesempatan untuk aku bikin (nulis) novel duet bareng kak hahaha (mupeng).

Senin, 07 Oktober 2013

SUNDAY ~ SUN



Good Day to Happy People :D

Ohayo!.. it’s amazing or fantastic day for me :)))

Alhamdulillah hari masih memancarkan warna cerahnya. Alhamdulillah sirkulasi udara masih dapat bekerja dengan baik. Alhamdulillah mimpi dapat terlaksanakan.

Oh hai emangnya ada apa dengan hari ini?

Ehm yang pasti hari ini adalah salah satu hari paling menarik di hidup ana.
Kenapa? Dan ada apa?


Jadi hari ini ana menamai perjalan ini dengan Solo Traveling ke Senayan. Nah lho Senayan kan deket, kenapa dikasih nama traveling? Nah itu dia buat ana jalan itu ya traveling mau seberapa dekat jaraknya keren aja kalo disebut traveling hahaha.

Kenapa ke Senayan dan ada apa di sana selain Gelora Bung Karno. Jadi ana ke pergi ke daerah sekitaran Senayan untuk beberapa hal yaaa..untuk memanjakan diri mungkin haha (per-esss).


Solo traveling ini sendiri ana mulai dari rumah pukul setengah sembilan pagi Waktu Indonesia bagian Barat. Pertama perjalanan ana lakukan dengan naik ojek dari rumah sampai Daan Mogot Jakarta Barat. Ana naik transjakarta dari halte situ. Rencana awal itu rute yang mau ana tempuh yaitu dari Daan Mogot ana lanjutkan dengan transit di halte grogol dan lanjut ke pemberhentian di halte JCC Senayan. Namun apa mau dikata. Rencana tinggalah rencana. Karena keadaan kurang mendukung untuk melakukan perjalan seperti yang di inginkan. Rencana semula adalah berangkat dari rumah naik transjakarta ke arah JCC Senayan dan mau wisata kuliner #jajanenak di acara #MightyCulinary. Tapi yang terjadi berubah total. Di Halte transjakarta antrian panjang menuju arah Harmoni bikin geleng kepala. Karena ini antrian terpanjang yang pernah ana lihat selama ini. Ehm mungkin karena ini hari minggu kali ya? *bibir manyun fruitasi* hahaha


Lalu ana milih untuk naik tranjakarta yang menuju arah Kalideres. Namum ketika badan ini sudah masuk Bus dan Bus pun berjalan dengan kurang mulus memang karena keadaan jalur bus yang cukup kacau kemarin. Jadi dari dalam sewaktu bus melaju ana memperhatikan setiap halte transjakarta yang dilalui. Ternyata di setiap halte antiran panjang pun berlangsung. Sampai pada akhirnya ana terpaksa harus turun di pemberhentian terakhir dari koridor 3. Yaa ana akhirnya memilih untuk turun di halte kalideres dan kembali membeli tiket bus. Hem bete yaa lumayan. Di halte kalideres juga antrian ga kurang dari 5 meter. Ya tepatnya antrian lebih dari itu. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya ana bisa menyelupkan tubuh ke dalam bus. Dan enaknya naik bus dari halte utama itu ya gini lumayan masih lenggang ya (read: masih bisa berdiri dengan kiri kanan penuh orang).  Bus melaju dengan riang seperti perasaan beberapa orang yang akan menikmati hari minggunya dengan berlibur ke luar rumah. Sumpek dan berdesak-desakan udah pasti. Tapi selama pikiran masih jernih hal semerawut pun harus dilewati dengan tetap banyak bersyukur. Karena untuk apa merasakan hidup enak kalau tidak bersyukur.


Dari kalideres ana memilih untuk emm transit di halte harmoni. Karena ana sedang diburu oleh waktu yang terus berjalan. Dari halte harmoni ana lanjut menaiki bus transjakarta ke arah Blok M. Di Halte Harmoni sendiri antrian sangat-sangat membeludak. Banyak orang yang kesal dengan situasi ini dikarenakan kurangnya armadu bus yang melayani para penumpang. Ana sendiri ga ngerti dan ga habis pikir dengan kebijakan akan armada Bus yang di sediakan oleh pengelola. Memang makin ke sini makin keterlaluan. Emang sih ada peremajaan bus tapi tetap saja masih kurang karena memang jumlahnya yang sangat kurang. Belum lagi kurangnya petugas di depan mulut bus berhenti. Heran kenapa bukan makin baik tapi malah makin ancur. Dan keadaan makin runyam karena ternyata di beberapa ruas jalur bus sedang dalam perbaikan yang dimana itu membuat gerak bus menjadi memakan waktu lebih lama dari biasanya yang memang sudah lama.


Perjalanan yang lumayan melelahkan karena berangkat dari rumah pukul setengah sembilan pagi nyampe daerah senayan emm ada yang tau jam berapa? Yaaa gitu deh ana nyampe di halte Gelora Bung Karno pukul 11.58 WIB. Fantastik bukan?


Dari halte GBK pintu satu ana melanjutkan perjalanan ini dengan berjalan kaki langkah pelan tapi pasti. Karena sewaktu turun dari bus dada ana cukup sesak, mungkin karena ga tidur uwehehe :p. Jadi ga memungkinkan untuk jalan kaki ngebut toh jarak dari halte menuju tempat yang ana tuju kurang dari 200m. Baguuuus udah bakar berapa kalori tuh yaa hahaha.

Kaki terus melangkah memasuki gedung mal fX Sudirman. Lanjut naik lift ke lantai tiga, ana kira acara yang ingin ana lihat udah mulai ternyata belum. Dan tiba di panggung utama dari rangkaian acara Jakarta Book Fiesta 2013 ternyata sedang berlangsung acara yaa kurang tau itu apa soalnya ana datang 10 menit sebelum acara itu berakhir. Tapi ana cukup terkejut karena di sana ada banyak bahasa asing yang di sampaikan di acara itu. Ada bahasa Jerman, Itali, Suahili, Swedia, dan beberpa bahasa dari benua Eropa wow. Nah pas sesi kuis ada cewek bule yang menyanyikan lagu kodok ngorek dengan bahasa asing. Nah pengunjung disuruh menebak itu bahasa dari negara mana. Terus ana iseng-iseng jawab dari Belanda dan kata si cewek bule dikit lagi kurang tepat. Ternyata cewek bule tadi nyanyi pake bahasaaa...jrengjrengjreng.. ya bahasa Swedia. Ana pikir bahasa Belanda abis mirip hahaha..

Setelah acara pengenalan bahasa itu selesai. Ana memilih untuk ke toilet sebentar untuk cuci muka. Karena pas ngeliat di kaca kagetnya bukan main. Muka kusem banget kena debu jalanan. Ana milih untuk cuma cuci muka aja. Abis kalau pake bedak ana takut acara yang ana tunggu udah dimulai. Eh ternyata balik dari toilet acaranya belum dimulai juga. Hem ngaret seperempat jam *manyum bete*. Tapi sudahlah jangan bete-bete nanti stress dan cepet tua lagi.. idihh ogah amat baru 19th tahun lalu :p eh udah keliput-keliput hih serem.

Dan yang dinanti dan ditunggu-tunggu pun tiba dan hadir juga hahaha.. yaa jadi hari itu Minggu, 6 Oktober 2013... Ana udah menyiapkan diri untuk bisa hadir di acara temu penulis #STPC terbitan GagasMedia. Senangnya bukan main. Ketemu sama beberapa penulis beken sekaligus di satu acara itu luar biasa keren hehe. Penulis-penulis yang hadir antara lain ada kak Prisca dengan novel PARIS, kak Robin dengan novel ROMA, kak Moemoe dengan Bangkok nya, mba Windry Ramadhina dengan London, dan terakhir ada kak Sefry yang menulis novel Tokyo. Dan kemarin itu sekaligus hari pertama peluncuran novel Tokyo nya kak Sefry. Tapi ana ga beli hehehe.. nuggu ada yang ngasih :p *ngarep ga karuan*.

Acaranya sendiri berupa beberapa pertanyaan dari moderator ke masing-masing penulis dan kuis juga tentunya pertanyaan dari para hadirin. Ehm sayang banget kemarin ana ga nanya apa-apa. Padahal sebelumnya banyak banget yang pengen ana tanyain ke penulis-penulisnya. Eh tapi malah nge blank ga tau mau nanya apa. Mungkin karena efek ga tidur dari semaleman kali yaa. Hahaha tapi tetep aja walaupun ga nanya-nanya dan dapat hadiah ana seneng banget soalnya ada beberapa penulis yang belum pernah ana lihat langsung sebelumnya.

Acara di atas panggung ga lebih dari 2 jam. Ehhmm cepet banget acaranya. Soalnya panggungnya mau dipake buat acara selanjutnya *setitik kecewa*. Terus di atas panggung para pembaca di persilahkan untuk yang mau minta tanda tangan bisa langsung maju. Ehm ana minta tanda tangan ke kak Robin, kak Prisca dan kak Moemoe untuk novel seri STPC. Abis minta tanda tangan dan turun dari atas panggung ana milih untuk duduk sebentar dan lanjut lagi nemuin kak Moemoe Rizal buat minta tanda tangan lagi. Hahaha ana bawa lima novel karya kak Moemoe yang belum ada tanda tangannya. Sampe-samp ana ngomong gini ke kak Moemoe. “Sampe hafal ya kak namanya :D” kata ana. “Hafal nama apa?” tanya kak Moemoe. “Hafal nama yang minta tanda tangan hahaha” kata ana tertawa riang :p.


Yapp udah mau pulang dan inget masih ada satu novel yang belum ada tanda tangannya kak moemoe ya udah deh ana minta tanda tangan lagi *pasang muka tembok*. Terus waktu ana minta tanda tangan sama kak Moemoe di belakang panggung kak Moemoe nanya dapat novelnya dari mana, soalnya secara itu novel lama dan langka hehe. Ya ana bilang aja kalo ana beli online di facebook. Udah gitu ada om em (moderator acara tadi) lewat dan kak moemoe ngomong gini. “Jangan di potong ya bayarannya” haha.. “Waktu acara mizan dia bawa buku gagas di acara gagas bawa buku dari penerbit lain” haha.. ana cuma ketawa aja denger kak moemoe ngomong gitu. Soalnya waktu di acara launching buku Blink OMG juga ada temennya kak Moemoe yang bilang nanti honornya di potong ya soalnya udah beda penerbit. Huaaa jangan dong kan kasian :#. Abis minta tanda tangan ana bilang udah dulu ya kak bye.. terus kak Moemoe nanya "mau langsung pulang?” “Oh, egga kak mau main dulu ke TVRI” kata ana. “oh mau ngapain?” tanya kak moemoe lagi dan kali ini mendekatkan tubuhnya ke arah ana. Oh stop jangan lagi ada acara keringet dingin dan salting Pliss kata ana dalam hati. “Ini aku mau ke acara #jajanenak kak di gedung TVRI”
“Oh seru tuh ada apa aja?” tanya kak Moemoe.
“ada banyak jajanan enak dari seluruh nusantara kak”.
“Sampe malem ga acaranya?”
“engga cuma sampe jam lima sore aja kak acaranya.” Jawab ana.
“Oh ya sendirian aja?”
“Iya abis ngajakin temen ga ada yang mau kak hehe.”
“Naik apa kesananya (Gedung TVRI)?”
“Naik Transjakarta sih kak ke harmoni dulu terus ke Slipi dan turun di JCC senayan *sambil mendikte dalam hati, kalau-kalau bener atau engga bakal naik TJ*.”
“Oke hati-hati yaa *sambil senyum sumringah*.”
“Iya makasih kak :D *bales senyum deg..deg..an*.”


Keluar dari gedung fX ana mikir kalau ana milih naik Transjakarta jam berapa nanti ana sampe di TVRI, Ah gila kalo harus naik Transjakarta dan harus ke harmoni dulu yang mana notabene nya halte harmoni itu halte tersibuk dan paling penuh juga sesak. Bad idea klo ana milih naik Transjakarta buang-buang waktu, energi, dan pikiran aja. Udah gitu itu sama aja pendek akal milih jalan yang lebih jauh, lebih panjang, dan lebih lama.


 Lalu setelah sampai di depan fX ana memilih untuk lewat sebelah kiri fX, ana bismillah aja semoga ga nyasar hehe. Ana jalan kaki melintasi kawasan senayan dengan yaa sedikit rasa ga pede juga. Soalnya sepanjang jalan yang ana lihat ga ada tuh orang yang jalan kaki kayak ana. Ah tapi ga peduli. Ana kan cuma mau ke TVRI mau menikmati #jajanenak secara gratis. Haha iya ana dapat voucher senilai seratus ribu rupiah masing-masing lima puluh ribu rupiah dari @ChipIndonesia dan dari @Onyitkawanku. Iseng-iseng berhadiah ikutan kuis di twitter nyebutin alasan kenapa ana pengen banget bisaaa #jajanenak di #MightyCulinary.  Ana jalan kaki muterin kawasan gelora bung karno. Ana pikir ana harus kuat. Ga lucu dong kalo nyampe pingsan seorang diri di jalanan yang jauh dari rumah :/. Sampai saat ana melihat tower TVRI yang sudah menyembul menampakkan keberadaannya. Pikir ana..lega akhirnya keliatan deh itu titik tujuan ana. Langkah kaki semakin cepat karena takut udah sepi di sana. Dan akhirnya alhamdulilah wa syukurilah ana sampai juga di sana dan ternyata masih rame bangettt.. terus ana ngecek hp dan twitter ana buat ngambil voucher #jajanenak di event #MightyCulinary tersebut di booth ajian sedap. Keluar dari booth ana kaget banget dengan apa yang ada di depan mata ana. Teuku Wisnu bersama dengan Ibundanya baru saja selesai makan di acara #jajanenak. Masya allah aslinya lebih ganteng yaa hahaha.. ana sempet mematung ke pinggir waktu Teuku Wisnu lewat.


Terus ana lanjut jalan menuju tenant-tenant peserta yang menjual makanan di #jajanenak #MightyCulinary. Melihat tenant yang menjajakan banyak makanan khas Indonesia membuat ana kebingungan makanan apa yang mau ana beli. Dan akhirnya yang pertama kali ana tuju adalah tenant dari es dawet deKertaon. Eh lumayan kan icip-icip yang seger-seger manis dingin dan ga bikin batuk, gratisan pula :D. Setelah menghabiskan es dawet ana muter-muter lagi di sepanjang lorong tenat-tenant yang ada. Bener-bener membingungkan karena di situ ada puluhan tenant makanan lezat dan mengugah nafsu makan.


Melanjutkan wisata kuliner #jajanenak yang gratisan ini ana memilih untuk menuju tenant chocodot! Sumpah ana udah penasaran banget dengan cokelat-cokelat dari Garut ini. Soalnya chocodot itu sendiri itu maksudnya cokelat yang didalamnya terbenam potongan dodol khas dari Garut Jawa Barat. yaa Garut kan emang udah terkenal dengan dodolnya yang makkknyusss. Tapi sayang ana ga beli cokelat chocodot ana beli (Brodol) brownies dodolnya chocodot dan itu enaknya surga banget. Cokelatnya berasa, kejunya juga, emm rasa marganie bakar yang khas, dan dodol juga cokelat padat yang meleleh ketika di gigit. Ammm nyamnyam.. jangan ngiler yaaa hihihi peace :D. Selanjutnya ana mencicipi Batagor Hanimun. Dan ana baru tau kalo Batagor Haimun ini adanya cuma di Bandung untuk saat ini. Berjalan keluar lorong untuk duduk dan makan batagor yang masih hangat karena memang baru diangkat dari wajan. Tapi rada kecewa karena rasa ikannya ga berasa.


 Ketika duduk-duduk ana berdecak kagum melihat gila udah hampir sore tapi masih rame aja ini pengunjungnya :D. Selesai makan batagor ana masuk lagi dan mengitari tenant-tenant makanan yang ada untuk yang kesekian kalinya. Selesai menghabiskan batagor ana lanjut beli jus strawberry karena ternyata tenggorakan kering banget. Daaaan asyemmm banget jus itu strawberry nyaa.. kayaknya sih ga dikasih gula deh sama penjualnya. Cukup puas setelah icip-icip dan berkeliling ana memilih untuk pulang karena waktu udah menunjukan pukul tiga sore.


Keluar dari gerbang gedung TVRI ana langsung nanya ke Petugas Keamanan gedung yang berada di depan gerbang dimana letak halte transjakarta terdekat. Kata bapak petugas jaraknya cukup jauh dari situ. Okelah akhirnya ana memilih untuk naik bus semacam metromini warna kunig-hijau yang menuju ke arah Slipi. Ana milih naik metromini itu soalnya ana inget waktu SMP kalo pas ngambil nilai lari di Senayan dari Sekolahan ana kadang memilih untuk naik metromini itu. Sampai di Slipi ana lanjut naik kopaja 88 arah kalideres. Akhirnya perjalanan menuju rumah sudah di depan mata.


Kopaja 88 melaju dengan ritme perjalanan sedang. Ga ngebut, ga banyak ngetem dan yaa pas lah pokonya. Sampai akhirnya tiba juga ke titik awal ana jalan. Yaa ana turun dari kopaja di Daan Mogot. Abis turun dari kopaja ana langsung naik ojek langganan ana. Hehe alhamdulillah banget turun langsung menemukan ojek, langganan pula.


Dan pada pukul empat sore lewat ana tiba juga di rumah ana.. ya akhirnya lega rasanya setelah menghabiskan waktu lebih dari tujuh jam di luar rumah. Sampai rumah ana memilih untuk tidur karena udah ga kuat buat mandi. Ga tidur juga dari semalam dan menempuh perjalanan melelahkan membuat badan ini cukup drop. Apalagi  pas sarapan pagi ana lebih memilih untuk makan oat meal instant dan setengah gelas air hangat berisi perasan jeruk nipis.


Tidur jam empat sore ana bangun jam delapan malam. Dan memilih untuk cuci muka mengelap badan ana juga menyikat gigi hehehe. Abis itu ana ngegadoin sayur yang nyokap ana masak. Iya di gado! Alias memakan lauk tanpa nasi. Entah bahasa itu berasal dari mana. Tapi bahasa itu sudah mendarah daging karena ana sering menggado makanan. Alias cuma makan lauk tanpa nasi dan itu suka bikin nyokap ana geleng-geleng kepala karena nasi suka masih nyisa banyak. Hahaha peace mom I’m not rice lover. I’m just rice eater then I want. (Bahasa Inggris ga sesuai raturan).


Oke abis makan alias ngegadoin sayur ana mencoba mencicipi brownies chocodot yang sebelumnya ana anggurin gitu aja. Tapi nyokap udah nyicipin tadi sore dan pas ana bilang itu kalo potongan hitam pekat itu adalah dodol. Nyokap pun langsung lahap mengigitnya dan katanya enak banget.. hehe iya dong mah.. aku kan doyan makan enak :D hahaha. Abis makan brownies ana langsung lanjut tidur lagi deh hehehe :D


Jumat, 28 Juni 2013

Meet my favorit writer!



OMG!!..Ooo em ji... gue lagi mimpi bukan sih ini. Hah! Ini ternyata beneran terjadi terlihat dari beberapa bukti dan fakta yang didapatkan. Yang pertama adalah adanya tanda tangan yang dibubuhkan di Novelnya yang gue bawa dari rumah. Yang kedua adalah adanya foto gue bareng dia :). Pada penasaran ga gue ketemu siapa dan dimana dan kapan waktunya? Ehem batuk cantik dulu.. jadi hari itu minggu 23 Juni 2013 bertempat di salah satu Mal di kawasan Selatan Jakarta gue dengan semangat 45 dan juga doa restu dari Ibu tercinta gue meniatkan langkah kaki gue untuk bertemu dengan sesosok manusia ganteng *siapin oksigen* yang udah gue idolakan sejak 3 tahun yang lalu..    
  
            Berawal dari status di akun Facebook-nya yang berisi pengumuman bahwa dia akan berada di Jakarta pada tanggal dan hari yang sudah disebutkan diatas, membuat gue bersemangat akan bertemu dengan sosok aslinya :). Sebenernya sih dia udah sering ke Jakarta, Cuma baru kali ini gue berkesempatan untuk bertemu dengannya *asikk...asik joss* *eh. Yaap.. karena sebelumnya di bulan Mei tahun ini juga dia berkesempatan mengisi acara di Jakarta tapi gue ga dateng hiks..pertama karena gue ga tau jalan menuju lokasi acaranya, terus gue jg udah menyiapkan mental bahwa gue emang belum waktunya ketemu dia hari itu, dan ragu-ragu tar malah jadinya nyasar ga jelas terus nanti yang ada gue pingsan di jalan lagi :(, alasan terakhir karena insom dan gue tidur di jam orang beraktifitas alhasil gue kebabelasan deh tidurnya dan baru bangun pas jam menunjukkan kalau ternyata acaranya udah dimulai. Oke hari itu gue nyesel tapi ga apa-apa deh mungkin itu bukan hari dimana gue bisa bertemu denganya.

            Kembali ke cerita awal, jadi hari itu minggu 23 Juni gue udah bangun dari sebelum Adzan Subuh berkumandang dan itu sekarang udah jadi kebiasaan :D. Pagi-pagi gue udah ke warung deket  rumah beli sayur buat gue masak untuk sarapan pagi. Nah siangnya Ba’da dzuhur gue udah rapi-rapi deh nyiapin apa-apa yang mau gue bawa.
Novel JUMP (check)
 Novel FLY TO THE SKY (check)
 Novel Bangkok The Journal (check)
 tisu (check)
 air mineral (check)
dompet, powerbank, dua buah Hp cewe, minyak kayu putih, permen, dan terakhir bolpoint 


            Baju udah, jilbab udah, touch up juga udah, done pamit sama nyokap dan jalan ke jalan raya nunggu angkutan umum B.10 lewat di depan plang bertuliskan Jalan Kampung Salo. Setelah menunggu sekitar 5 menit akhirnya mini bus berwarna merah itu melintas juga dihadapan gue dan masukklah gue lalu duduk duduk tegang disana, iya tegang mau ketemu sama penulis favorit aka orang yang gue idolakan itu. Naik B.10 gue turun di halte srengseng nunggu kopaja P.609 jurusan Blok M tapi ternyata nunggu kopaja bikin gue harap-harap cemas! Kenapa? Soalnya udah hampir setengah jam gue nunggu itu kopaja tapi ga muncul-muncul juga itu bau asap knalpot khas kopaja pada umumnya, mana arah sebaliknya juga ga keliatan itu kopaja P.609 ada yang lewat.

Akhirnya kopaja yang dinantikan datang juga hahaha *lap keringet* soalnya kalo emang bener sampe gak ada kopaja P.609 yang lewat itu artinya gue harus nyari alternatif angkutan umum yang lain dan yang pastinya jaraknya lebih jauh dan bakalan makan waktu. Setelah kopajanya dateng dan sempet ngetem sebentar di Srengseng akhirnya perjalanan pun dilanjutkan tetap dengan perasaan exciting. Yaaa really really excited! Selama di kopaja gue udah membayangkan bakal ketemu sosok itu. Orang yang membuat gue jatuh cinta pada saat pertama kali membaca novelnya yang judulnya Satu Cinta Sejuta Repot. Dan sosoknya yang charming up, humbble, low profile, and than friendly. Ehm pokoknya sosok yang lumayanlah untuk banyak cewe-cewe mengagumi dirinya terutama Ibunya, Neneknya, sodara perempuannya, temen-temen cewenya, cewe-cewe pembaca novelnya dan gue hahaha *blushing*.

            Akhirnya setelah melamun mikirin dia dan menyiapkan mental agar gue gak pingsan tiba-tiba nanti pas ketemu dia, tanpa terasa kopaja yg di dalamnya ada gue nya  udah ada di depan Cipulir terus beberapa menit kemudian sampailah gue di terminal Blok M..yeahhh *leganya*. Sampai di terminal Blok M gue nanya sama orang-orang kalau mau ke Mal Blok M Plaza arahnya lewat mana.
Dan setelah bertanya pada banyak security disekitar mal di kawasan blok m, akhirnya gue dapat melihat dengan jelas mal tempat dimana gue bisa ketemu dia. Nah gue juga sempet ngirim pesan lewat WhatsApp tapi ternyata Cuma tercentang satu doang L. Masuk mal blok m plaza udah terdengar samar-samar suara MC dan sorak para penonton. Gue langsung mencari arah datangnya suara itu berasal dan akhirnya tibalah gue didepan panggung (atrium mal). Setelah sampe sana gue belom berhasil menumukan sosoknya, sampai sekitar 15 menit lebih gue baru bisa menemkannya *hap atur nafas*.

Tapi ternyata dia ga nengok ke arah gue soalnya waktu itu dia lagi ngobrol akrab gitu sama cewe :(, oke mungkin ga denger karena kalah sama suara dari sound system. Setelah sempet rada kecewa sebentar karena kejadian itu dan ngebuat gue labil rasanya mau pulang aja, padahal udh ngeliat orangnya dari jarak 1 meter. Gue memutuskan untuk tenang dan keep calm, sambil muter-muter ngeliat aksi panggung bintang utama di acara hari itu dari beberapa sudut mal, dan di beberapa lantai mal. Akhirnya gue memutuskan untuk turun lagi ke area dimana panggung berada dan gue berinisiatif ke belakang panggung.

Dan untuk kedua kalinya gue memanggil namanya dan yeayy alhamduliahhh...dia nengok ke arah gue dan keluar dari area private room Cuma untuk menyambut kedatangan gue *oke ini lebay*. Setelah itu dia menyebutkan nama gue, “Yuliana yaa?” tanyanya dengan senyuman manisnya yang membuat gue tambah mengagumi sosok dan kepribadiannya dan juga uluran tangannya untuk gue bisa bersalaman dengannya. Dalam hati gue berkata ini beneran ga sih? Atau gue cuma lagi mimpi secara itu jam tidur siang. Tapi ternyata itu benar! Dan you know what gue keringet dingin, gue nervous, gue salting, dan ga berani memandang wajahnya lama-lama *chiken banget ya gue*. Huh akhirnya setelah memberanikan diri ngobrol-ngobrol hal selanjutnya yang gue lakuin adalah mengulurkan novel karyanya yang gue bawa dari rumah dan minta dia membubuhkan tanda tangan disana.

Selesai tanda tangan, gue bilang kalo gue mau minta foto dia, tapi oh man, dia bilang foto bareng aja! Glek itu beneran deh ga nyangka banget kalo dia bakalan ngomong kayak begitu. Secara dimana-mana fans yang minta foto bareng sama idolanya, tapi ini beda dia ngajak gue untuk foto bareng tanpa gue ke kamar mandi sebelumnya untuk merapikan penampilan gue itu, dan bener aja gue berantakan banget pas difoto haha maklum bukan banci kaca sih gue orangnya. Abis itu gue ngobrol tentang novel terbarunya yang gue dapetin dari dia langsung hasil mengeluarkan isi hati gue di kuis yang dia bikin *oke mungkin dia bakalan ga percaya itu gue nulisnya dari hati yang terdalam but, this is me! Selalu berusaha berkata jujur dari dalam hati yang terdalam*.

Tapi itu semua emang beneran kenyataannya dan jujur aja kan udh gue bilang kalau gue udah jatuh cinta sejak pertama kali baca novel dia.  Pertamanya jatuh cinta sama tulisannya terus sama sikap dan kepribadiannya, terus sama kehebatannya dalam menulis :*). Selama ngobrol gue yang keringet dingin dan ga berani menatap wajahnya jadi ga fokus deh sama apa yang dia omongin juga saking saltingnya gue sempet-sempetnya lagi ngecek hp di depan dia waktu dia lagi ngajak ngobrol..errgh, itu ga banget deh ga berani ngeliat wajahnya malah jadinya liatin hp yang ga ada apa-apanya :( jangan ditiru ya teman-taman. Akhinya setelah foto bareng, minta tanda tangan dan juga ngobrol sebentar, dia nanya gue mau ke mana lagi, dan beneran itu pas dia nanya begitu gue grogi banget dan gue jawab dengan singkat “gak tau”, padahal mah gue pengen banget itu ngobrol lebih lama lagi. Tapi apa daya dia juga kan lagi ngisi acara disitu dan gue pun cuma bisa ngomong sepatah dua kata patah doang ke dia :( *oke lagi-lagi karena saking nervous nya*. Terus dia naik ke atas panggung lagi dan gue milih untuk muter-muter disekitar panggung mencuri-curi pandang untuk melihat sosoknya dari jauh. Oke setelah dirasa kaki ini agak pegel, banget malahan... akhirnya gue ke belakang panggung lagi dan nemuin dia buat pamitan kalo gue mau pulang, dan dia nanya gue kesana sama siapa, dan gue jawab kalo gw sendiri aja, tapi kenapa dia mengulang pertanyaan itu terus ya? Apa dia ga percaya dan yakin kalo gue berani dan bisa pergi sendiri?. Taulah yang pasti gue emang sengaja pamit dan bilang dulu ke dia kalo gue mau pulang duluan, abis nanti kalo gue ga pamitan tar gue dikira hantu lagi tiba-tiba ngilang gitu aja haha. “Ka, aku pamit ya pulang duluan”. “Oke hati-hati ya, makasih juga udahn nyempetin dateng. Sukses yaaa”. Kata dia sambil mengulurkan tangannya untuk yang kedua kalinya. 

Sebenernya sih gue agak ragu apa iya dia mau salaman sama gue yang nota bene nya hanya fansnya yang luar biasa sangat mengaguminya. Dan gue pengen banget salaman itu digantikan oleh saliman.. nah lho ada yang mudeng ga tuh maksudnya apaan. Yahh pokoknya ga cuma salaman biasa hahaha *menghkayal terlalu jauh*.

Dan akhirnya dengan berat hati gue melangkahkan kaki ini dengan perasaan seperti memikul beban perasaan menuju pintu keluar mal. Pulangnya gue naik angukatan umum yang sama kayak angkutan sebelumnya. Hehm..seneng banget sih bisa ketemu dia, tapi ya gitu kurang lama ngobrolnya soalnya selama gue lagi sama dia ada aja yang gangguin erghh..



Foto with kak Moemoe :D



Oke itu adalah salah satu pengalaman paling menarik dalam hidup gue. Dimana gue bisa berjumpa dengan idola gue di bidang tulis menulis hahahaha.. Pokonya pengalaman yang ga akan bisa gue lupakan deh seumur hidup gue :D. Dan emang ya ini orang baik dan ramahnya ga ketulungan hahahaha.. Memperlakukan fansnya bagaikan temannya sendiri :). Ga seperti beberapa penulis yang udah tersohor dan kadang menjauhi fansnya..Huhh tak patut kali tuh penulis kok sombong sama fansnya!



Novel Fly to the Sky yang ditanda tanganin langsung :*